Batas Makan Waktu Sahur Puasa Ramadhan

Batas Makan Waktu Sahur Puasa Ramadhan

Batas Makan Waktu Sahur Puasa Ramadhan – Puasa ramadhan adalah ibadah wajib bagi umat islam karena ia merupakan salah satu dari lima rukun islam yang harus dijalankan. Salah satu sunnah yang dianjurkan dalam menjalankan puasa adalah makan sahur. Makan sahur adalah makan yang dilakukan tengah malam setelah bangun tidur. Makan ini bertujuan sebagai penambah tengan yang berguna untuk menguatkan fisik yang akan berpuasa seharian penuh nantinya. Makan sahur ini umumnya dilakukan mulai dari jam 1 pagi hingga sebelum terbitnya fajar atau sekitar pukul 4 pagi.

waktu sahur 2017

Banyak yang beranggapan bahwa makan sahur harus diakhiri dengan segera saat sudah diumumkan waktu imsak. Waktu imsak atau yang memiliki waktu menahan. Namun, sebenarnya waktu imsak adalah peringatan untuk segera mengakhiri makan karena sudah mendekati waktu terbitnya fajar dari ufuk timur. Fajar sendiri ada dua macamnya, yang pertama adalah fajar katib yang merupakan fajar penipu. Dikatakan sebagai fajar penipu adalah karena pada saat ini akan muncul garis putih di atas langit dini hari, namun hanya sesaat lalu langit akan menjadi gelap kembali. Sedangkan fajar yang kedua adalah fajar shiddiq yaitu fajar yang benar, karena setelah munculnya fajar ini akan diikuti dengan terbitnya matahari. Nah, yang dimaksud dengan batas makan waktu sahur puasa ramadhan adalah saat terbitnya fajar yang kedua, fajar shiddiq. Sehingga, bila kita tidak berhenti makan pada waktu ini akan mengakibatkan puasa kita menjadi batal dan tidak mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Adalah sunnah Nabu Muhammad batas makan waktu sahur puasa ramadhan adalah sebelum subuh. Ada yang menyebutkan bahwa kita disunnahkan untuk mengakhirkan makan  sesaat sebelum terbitnya fajar sebab Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam melakukan makan sahur dan setelah selesai makan sahur, Nabi Shalallahu ‘Alaihi wasallam bangkit untuk mendirikan shalat subuh dan jarak atau selang waktu di antara sahur dan masuk shalat subuh kira-kira selama seseorang membaca lima puluh ayat di Al Quran.

Adapun hukum makan sahur adalah yang diatur dalam Islam sendiri merupakan Sunnah yang memiliki artian akan memperoleh pahala apabila kita mengerjakannya dan tak mendapatkan dosa apabila kita tidak menjalankannya. Namun, anjuran makan sahur saat Bulan Puasa Ramadhan sendiri telah diperintahkan langsung oleh Nabi Muhammad Saw dengan Sabda-nya yg berbunyi, ” Barang siapa yang ingin Berpuasa, maka hendaklah kamu Bersahur  karena dengan Makan Sahur maka akan semakin kuat Berpuasanya”. Maka, sebagai umat muslim yang taat sudah sebaiknya mengikuti anjuran nabi ini, karena selain mendapatkan pahala juga akan menambah kelancaran dan keberkahan ibadah puasa kita. Sebab sejatinya makan sahur adalah makan yang bertujuan untuk menambah tenaga berpuasa. Pada makan sahur ini juga kita harus membaca niat berpuasa.

Makan sahur selain menjadi waktu pengisi tenaga, pada hakikatnya juga mengingatkan pada kita untuk selalu mengingat Allah sekalipun itu pada malam hari, sebelum sahur kita juga bisa melakukan Sholat tahajud dan juga membaca Al Quran yang inshallah akan menambah dan melipatgandakan pahala selama bulan puasa ramadhan. Bagi ibu yang memiliki anak yang beranjak baligh, membiasakan anak untuk makan sahur, nantinya juga bagus untuk pengalaman buah hati agar terbiasa bangun pada malam hari, sekalipun itu tidak pada saat bulan puasa. Saat bulan lainpun anak akan terbiasa bangun di malam hari untuk menjalankan sholat tahajud dan membaca al quran. Lebih-lebih juga untuk mengajarkan anak untuk tidak terlambat mendirikan solat subuh.

Demikianlah ulasan tentang batas makan waktu sahur puasa ramadhan yang bisa menjadi informasi bagi anda. Terimakasih dan selamat berpuasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *